Header Ads

Viral , Pelaku Penembakan Di Thailand Akhirnya Di Tembak Mati


Seorang tentara berpangkat sersan mayor, menembak mati 26 orang pada Sabtu ( 08-02-2020 ) dan sempat mengunggah foto dan videonya di Facebook selama beraksi sebelum ditembak mati unit oleh komando polisi.

Setelah malam panjang yang mengerikan itu terjadi ketika pelaku menembakan senapan mesin berat di dalam mal, penembak jitu dari unit anti-teror kepolisian Thailand mengakhiri 17 jam insiden itu ketika mereka menembak ditempat pria itu pada Minggu ( 09-02-2020 ) pagi di Nakhon Ratchasima, yang juga biasa dikenal sebagai Korat, menurut laporan South China Morning Post.

Insiden tersebut memakan 26 korban jiwa termasuk warga sipil, anak lelaki berusia 13 tahun dan juga pasukan keamanan dibunuh oleh prajurit tersebut, kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.

Dikutip dari Daily Maiul, Sersan Mayor Jakrapanth Thomma, 32 tahun, telah bersembunyi di ruang bawah tanah pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota Korat, berjarak 250 kilometer timur laut Bangkok, setelah menembaki warga sipil yang tengah ketakutan pada Sabtu ( 08-02-2020 ) sore.


Jakrapanth Thomma mulai melakukan penembakan di baraknya sekitar jam 3 sore pada hari Sabtu, dimana dia mengeksekusi komandannya bersama dengan tentara lain, sebelum membawa mobil tempur taktis Humvee lalu setelah itu kabur.
Jakrapanth Thomma melaju di sepanjang jalan tol menuju pusat perbelanjaan dan menembaki warga sipil di sebuah rumah dan sebuah kuil Buddha sebelum masuk ke dalam mal, dimana dia tertangkap dengan CCTV sedang menyusuri koridor.


Media Thailand mengatakan Ibu Jakrapanth Thomma juga dibawa ke mal itu untuk membujuknya supaya menyerah. Ketika sang ibu dibawa ke sebuah mobil polisi, dia terdengar berkata "mengapa dia melakukannya?'" dengan air mata berlinang.
Pelaku pun akhirnya ditembak mati oleh oleh komando polisi sebelum pukul 02.00 pagi setelah bersembunyi di dalam ruang bawah tanah selama lebih dari 14 jam.
Sebelumnya Jakrapanth Thomma juga sempat mengunggah aksi penembakannya ke Facebook yang menceritakan serangan dari barak tentara ke dalam mal. Dia juga mengunggah foto-foto dirinya mengenakan pakaian taktis lengkap dengan memegang senapan yang ia selundupkan dari gudang senjata tentara.
Selain itu , dia juga berfoto di depan pusat perbelanjaan yang terbakar dengan laporan-laporan darinya yang menyatakan bahwa kobaran api disebabkan oleh tabung gas yang meledak ketika terkena peluru. Pelaku juga menulis beberapa unggahan di halaman Facebooknya termasuk juga "Saya harus menyerah" dan "tidak ada yang bisa lolos dari kematian".
Dalam video Facebook akun miliknya sebelum dihapus, Jakrapanth Thomma terlihat dari dalam Jeep Humvee terbuka sambil mengatakan , "Saya lelah... Saya tidak bisa lagi menarik jari saya" dan membuat simbol pelatuk dengan tangannya. Dia juga mengunggah gambar revolver dengan tulisan "Sudah waktunya untuk bersemangat" dan dan "tidak ada yang bisa menghindari kematian". Pria bersenjata itu mengambil senjata api dari gudang militer sebelum memulai penembakannya.

Tidak ada komentar